Monthly Archives: April 2019

PENDIDIKAN KARAKTER SMK BINUS

Slawi – Siswa-siswi kelas X SMK Bina Nusa belum lama ini menjalani pendidikan karakter di Batalyon Zeni Tempur 4/ Tanpa Kawandya, Slawi Wetan Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal. Kegiatan bertujuan meningkatkan sikap ketertiban dan kedisplinan terhadap tanggung jawab dan tugas mereka sebagai peserta didik.

Kepala SMK Bina Nusa Slawi Sunaryo, menjelaskan, kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, yakni 26-28 April 2019 yang diikuti oleh 462 siswa kelas X. Peserta didik juga di dampingi guru selama pendidikan dan pelatihan tersebut. Selama kegiatan, peserta didik mendapat materi baris berbaris, bela negara, respect/loyalitas, kepemimpinan dan outbond serta materi isu terkini mengenai HIV/AIDS, kenakalan remaja, UU ITE dan Cyber Crime. ‘’Dengan kegiatan ini juga peserta didik disiapkan untuk menghadapi dunia industri pada kegiatan PKL di kelas XI nanti’’ terangnya.

Sekolah, lanjutnya, juga memberikan informasi bahwa sebelum anak melaksanakan PKL harus mengikuti kegiatan pendidikan karakter dahulu sebagai bekal agar anak bisa lebih tanggung jawab terhadap tugas-tugasnya selama di dunia industri.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Bina Nusa Slawi, Dimas Beni, menambahkan kegiatan pendidikan karakter ini agaknya sudah menjadi kebutuhan untuk peserta didik saat ini melihat banyaknya kenakalan remaja yang cukup meresahkan. ” Kami berharap siswa-siswi kami tidak pernah menjadi bagian dari kenakalan remaja yang meresahkan tersebut, semoga kegiatan ini bisa menjadikan siswa-siswi kami lebih berbakti kepada kedua orang tuanya dan lebih menghargai serta menghormati bapak/ibu gurunya” tambahnya.

Verifikasi Safety Riding dan Contest Motor SMK Bina Nusa Slawi


Kamis, 21 Februari 2019 SMK Bina Nusa Slawi mengadakan kegiatan “Verifikasi Safety Riding dan Contest Motor”. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara SMK Bina Nusa Slawi dengan Astra Semarang dan Polres Tegal.
Sebagian besar siswa SMK Bina Nusa Slawi ikut berpartisipasi, Bapak Suko Edy selaku Officer dari Astra Semarang memberikan sambutan dan pencerahan mengenai dunia otomotif dewasa ini. Bapak IPDA Prio Dwi S. juga memberikan pembinaan mengenai keselamatan berkendara,
Kegiatan ini mendapat sambutan yang meriah, hal ini bisa dilihat dari banyaknya siswa yang mengikuti kegiatan Safety Riding dan kontes motor untuk kelas Matic Custom Safety Riding dan kelas Cub and Sport Custum Safety Riding. Untuk contest motor Safety Riding kelas Matic Custom Safety Riding, juara pertama diraih oleh Muhammad Azman Faris, juara dua diraih oleh M. Indra Fauzan, dan juara tiga diraih oleh Adam Permadi. Untuk kelas Cub and Sport Costum Safety Riding, juara pertama diraih oleh Saiful Miftah, juara dua diraih oleh M. Indra Lutfiansyah, dan juara tiga diraih oleh Dede N. A.
Masing-masing juara mendapatkan sertifikat dan tropi. Besar harapan dari keluarga SMK Bina Nusa Slawi, semoga kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan.


Video by : Anggi Sigit (@thramreal)

Kesenian Hadroh Jadi Ekstrakurikuler Favorit SMK Bina Nusa


Tak Hanya Berlomba, Tim Kerap Tampil di Acara

Musik hadroh merupakan salah satu pelajaran ekstrakurikuler (Ekskul) di SMK Bina Nusa Slawi (Binus) Kabupaten Tegal.

KESENIAN HADROH – Pelajar SMK Binus Kabupaten Tegal menampilkan kesenian hadroh.

TIM hadroh yang diberi nama Al Ikhsani ini mampu menarik minat para siswa di sekolah tersebut untuk bergabung di dalamnya. Bahkan, Tim Al Ikhsani kerap mengikuti perlombaan.

“Terakhir lomba kamu dapat juara 3. Waktu itu lomba Hadroh dalam rangka memperingati haul Gus Dur” kata Muhammad Rifki Maulana, siswa kelas XI Teknik dan Bisnis Sepeda Motor 1, yang merupakan salah satu anggota Al Ikhsani, kemarin.

Menurut Rifki, tm hadroh yang dirintis sejak beberapa tahun silam itu, tidak hanya aktif mengikuti perlombaan. Tapi juga kerap tampil mengisi di berbagai acara. Di antaranya, acara hajatan, peresmian, atau acara lainnya yang membutuhkan hiburan music hadroh.

“Kami latihan rutin setiap hari Kamis setelah jam sekolah” kata Pembina Ekskul Hadroh Yuliana Halimah, menambahkan.

Dia menyebut, siswa yang tergabung dalam tim Hadroh Al Ikhsani memiliki kreativitas yang tinggi. Alih-alih menghadirkan pelatih untuk melatih mereka saat akan perlombaan, anak-anak tim ini justru memilih untuk mengkreasikan permainan mereka sendiri baik dari segi musik maupun gerakan.

“Mereka lebih cenderung berkreasi sendiri” ucapnya.

Ditanya soal kesulitan yang kerap ditemui saat berlatih hadroh, menurut Yuli, kesulitan utama adalah menjaga agar tetap focus. Yuli berujar, terkadang saat berlatih mereka tampil sangat bagus, tapi ketika di atas panggung, terganngu dengan banyaknya orang yang datang menonton. “Sehingga mempengaruhi penampilan mereka”, imbuhnya.